53. Kelapangan hati

1786 Words

"Syahilla, duduk sini!" titah Reza menepuk sofa sampingnya.  "Aku mau ke kamar sa-" "Syahilla!" tekan Reza menatap penuh arti ke arah istrinya. Syahilla menghentakkan kakinya, perempuan itu sangat kesal dengan suaminya yang dia nilai tidak bisa mengerti dirinya. Syahilla akhirnya duduk di dekat Reza dengan membanting tubuhnya kasar.  "Kamu kenapa gak sekalian ambil minum?" tanya Reza.  "Gak napsu!" jawab Syahilla dengan judes.  "Aku ambilin s**u mau?" tanya Reza. Syahilla menggelengkan kepalanya.  "Jus?" "Gak mau." "Air putih biasa?" "Gak napsu minum, Mas. Kamu kalau mau bicara cepet bicara sana!" tegas Syahilla.  Narendra menatap adik dan adik iparnya yang tampak tengah berdebat. Laki-laki itu menautkan jari jemarinya dengan canggung.  "Sepertinya kalian baik-baik saja, Mohon m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD