Bab 24

909 Words

Aku menghela napasku pasrah, setelah aku menceritakan semuanya pada Bunda dan Ayah, mereka malah menyalahkanku. Tentu saja aku merasa bingung, aku yang menjadi korbannya kenapa aku yang disalahkan? Apa si Lele biadab itu sudah memanipulasi Ayah dan Bundaku? Jika iya, awas saja dia. Akan kupastikan laki-laki tua yang masih doyan daun muda itu akan tergantung di atas pohon kelapa. Eh, tapi siapa yang mau menggantungnya di sana? Aku kan tidak bisa manjat pohon kelapa? Masa bodoh, aku gantung di tiang jemuran saja, itu lebih mudah. "Bunda, Rafa tadi dibeliin banyak jeluk sama Ayah. Jeluknya manis dan besal-besal, enak banget. Bunda halus cobaiin nanti," ucap Rafa yang menyentakku dari lamunan. Putra tampanku ini tengah duduk di pangkuan si Lele biadab, si Lele itu malah tersenyum, sepertinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD