Tragedi Shower

1644 Words

Xandra tersentak dari lamunannya ketika Zabran memanggil namanya lagi. "Oh, iya, Mas. Maaf, tadi aku kepikiran sesuatu," jawabnya, berusaha tersenyum. Zabran menatapnya penuh perhatian. "Kamu oke? Kayaknya tadi melamun cukup dalam." Xandra mengangguk pelan. "Aku baik-baik aja, Mas. Mungkin cuma capek aja setelah perjalanan panjang ini." Zabran tidak mendesak, meskipun ia bisa merasakan ada sesuatu yang mengganggu pikiran istrinya. "Kalau ada yang mau kamu ceritakan, kapan pun itu, aku di sini, ya." Xandra tersenyum, kali ini lebih tulus. "Terima kasih, Mas. Aku tahu." Setelah itu, mereka menyelesaikan makan siang sambil berbicara ringan tentang hal-hal kecil, mencoba mencairkan suasana. Namun, pikiran Xandra terus kembali pada percakapan mereka sebelumnya tentang pekerjaanny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD