Bab 19 - Tuhan, Ambil Saja Nyawaku!

1113 Words

Bab 19 - Tuhan, Ambil Saja Nyawaku! Arancia tampak memakan makanan yang di bawakan lelaki paruh baya itu dengan sangat lahap. Perutnya yang tidak terisi sejak hari kemarin, membuatnya kalap. Kevan tampak masih menatap bagaimana wajah polos Arancia. "Alhamdulillah, kenyang, Paman. Terima kasih sekali," ucapnya ceria. Lelaki paruh baya itu tersenyum, ia memilih menemani nona mudanya. Duduk berselonjor di sampingnya. "Makanannya enak sekali, Paman. Baru kali ini aku merasakan makanan yang begitu lezat," seru Arancia. "Memangnya, selama ini nona selalu memakan apa?" tanyanya heran. Arancia menatap lelaki tersebut. Dan tersenyum kecil. "Dulu ... terkadang aku hanya memakan makanan sisa dari ayah, ibu dan juga adik tiriku. Aku tidak pernah di izinkan duduk makan bersama di meja m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD