Kalvian belum menjawab pertanyaan adiknya, seolah tak mendengar suara Kiara yang penasaran menunggu jawaban. Hingga gadis itu mendekat dan menepuk lengan Kalvian. "Bang ...?" "Apa?" "Itu panggilan masuk, kenapa enggak diangkat?" Tatapan Kalvian tertuju pada layar ponsel Senja yang masih menampilkan nama Firman di sana. "Biarkan saja!" Kalvian menjawab singkat. Kiara akhirnya meninggalkan Kalvian sendiri di dekat ranjang kakaknya. Selang beberapa detik, ponsel mulai berdering kembali. Putra sulung Alvaro, akhirnya mengangkat panggilan. "Iya, halo!" Kalvian mencoba bicara lebih dulu. "Apakah bisa bicara dengan Senja?" tanya Firman. "Senja sedang tidak enak badan dan sedang istirahat. Kalau ada hal penting bucara saja. Nanti ku sampaikan," jawab Kalvian dengan nada dingin. "Aku ha

