"Bagaimana kalau Senja tidak membuka mata setelah dua jam nanti, Pa?" Kinan bertanya sambil fokus pada cangkir kopi yang baru saja dia minum sedikit. "Jangan berpikir buruk dulu. Semua hal sudah diupayakan. Kita tidak tahu, seberapa sakitnya Senja melawan semua yang terjadi pada tubuhnya saat ini," jawab Alvaro. Alvaro tahu, dengan segala kesedihan yang dirasakan oleh putranya. Dia sediri pun sangat sedih dengan hal yang menimpa putri angkatnya. Apalagi, dengan segala rencana pernikahan yang akan di mulai. "Kau tahu, Om Alex sudah mendapatkan bukti untuk menjerat pelaku penabrakan Senja," ucap Alvaro memecah keheningan. "Benarkah?" tanya Kalvian serasa tak percaya jika Alex terlalu cepat mendapatkan semua bukti itu. Akvaro mengangguk, "Benar dugaan Mama, Kalvian!" "Vira?" Kalvian m

