"Sayang, siang nanti nyalon yuk, Kiara biar nyusul setelah jam kuliahnya selesai!" Kinan mengajak Senja. "Bertiga aja nih?" Senja malah bertanya bukan memberikan jawaban. "Iya. Kamu mau Abang nemenin kita?" Kinan bertanya dengan tatapan menggoda. "Ih, Mama ...!" Senja menutup wajahnya menggunakan dua telapak tangannya. "Kenapa? Katanya cinta? Mumpung Abang kasih lampu hijau kamu malah beri dia lampu merah," goda Kinan. "Ya, enggak gitu, Ma! Mama kan tahu, sebelum dia tahu yang sebenarnya, cintanya untu siapa?" "Mama tahu, Sayang. Tapi, setelah Firman itu datang, dia akhirnya tertampar dengan kebenaran mengenai hatinya." "Biarkan dulu Abang berjuang, Ma! Aku malah merasa, kurang pantas untuknya," jawab Senja dengan menundukkan wajahnya. "Enggak boleh ngomong gitu ah! Mama dan semua

