Bab 31

2239 Words

“Oh jadi dia, wanita yang bikin kalian ngebatalin pertunangan. Hmm, seleramu boleh juga, Add,” ucap seorang pria yang duduk di kursi kebanggaan Adrian. Adrian membuang pandangannya ke arah lain, sahabat satunya itu kadang menyebalkan. “Bukan itu, gue udah lelah dengan sifat Kiandra selama ini. Dia selalu nuntut gue, padahal dia tahu gue belum siap,” balasnya dengan memijit kepalanya yang berdenyut sakit. “Ah, elo juga, Dan. Kenapa lo manggil murid elo kayak gitu? Itu juga kan murid yang selama ini lo ceritain?” balas Adrian dengan senyum setannya, membuat Danang seketika terdiam. “Setidaknya, gue enggak bikin nangis murid gue sendiri,” balas pria yang bernama Danang tersebut. Adrian bukannya tersinggung dengan perkataan Danang. Pria itu malah menyemburkan tawanya. Well, Danang salah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD