Drrrttt drrrttt Ponsel pria itu bergetar diiringi dengan sebuah nada. Adrian yang tertidur seketika terusik dengan nada dering telepon tersebut. Pria itu lantas melirik Andara yang tertidur di lengannya, mereka tidur bersama tanpa melakukan apa pun, err sebenarnya hanya saling menyentuh dan mencium sih, tidak sampai ke permainan inti. Karena dirinya tidak ingin menyentuh Andara sekarang ini. Bukan tidak akan. Dia tahu dengan pasti Andara juga menginginkan tubuhnya dilihat dari reaksi tubuh Andara semalam. Namun, bukan sekarang saatnya. Karena dirinya takut kebablasan dan membuat Andara mengandung anaknya. Adrian membiarkan teleponnya itu yang masih berbunyi. Dia pikir sebentar lagi juga akan berhenti berdering. Adrian semakin menenggelamkan kepalanya pada leher Andara yang seharum vanilla

