Sesampainya di sebuah kamar yang telah dipesan oleh Adrian. Entah siapa yang memulai, karena kini Adrian dan Andara begitu hanyut menikmati ciuman mereka. Bibir panasnya kini berpindah pada leher Andara, memberikan jejak kepemilikannya di sana. Setelah puas memberi tanda, bibir Adrian kembali melumat bibir Andara dengan penuh nafsu. Andara tidak mau kalah, cewek itu membalas ciuman Adrian dengan sama nafsunya. Adrian melepaskan ciuman panasnya dengan tidak rela. “Aku tidak bisa menyentuhmu. Kamu terlalu berharga untuk aku rusak, Andara. Aku ingin memilikimu tapi ketika kita sudah sah di mata hukum,” Andara tersenyum bahagia, cewek itu kemudian mengangguk. Dia pikir Adrian akan melakukannya, tapi ternyata Adrian benar-benar mencintainya. Dia merasa dihargai oleh pria itu. “Kalau begitu,

