Kiara terdiam mendengarkan perkataan beruntun dari Meliana. Di antara semua hal buruk yang ada dalam benaknya, tidak menyangka kalau akan diminta menjadi mak comblang. Terlebih untuk kekasihnya sendiri. Dalam pikiran paling liarnya pun tidak pernah terbersit. Ia menatap Meliana yang bicara dengan menggebu-gebu tanpa kata. Meliana sangat mencintai Emilio, semua orang tahu tentang itu. Namun, meminta bantuan dari Kiara yang tidak mengerti bagaimana meluluhkan hati laki-laki, adalah paling tidak berguna. “Aku tahu kamu pasti kesulitan dalam hal ini, Kiara. Kak Emilio orang yang sulit diajak interaksi. Kamu sendiri pasti mengerti susahnya bergaul dengan dia. Kalau bukan karena Orley, pasti sulit untuk mendekati Kak Emilio ’kan?” Kiara mengangguk tanpa kata dan senyum lebar menguar dari bibir

