Tidak ada yang bersuara, mereka makan dalam diam. Hanya Haidar yang sesekali meleparkan pertanyaan pada Farfalla. Sementara Alex sangat terlihat wajah dongkol dan tidak sukanya dengan kehadiran Farfalla bersama mereka namun ia tidak melayangkan aksi protes pada papanya, ia tetap makan meskipun ia tidak pernah menoleh pada gadis yang sedang duduk di depannya. Alex hanya menunduk dan terus saja menundukkan kepala seolah Farfalla adalah seseorang yang menjijikkan untuk di lihat. “Sudah pada kenyang?” suara Haidar terdengar, ia menatap bergantian pada putranya dan Farfalla. Alex memutar kepala ke samping, melihat Haidar sejenak kemudian kembali pada ponsel yang ada di tangannya. Ya, sejak menghabiskan makan miliknya Alex menghabiskan waktu dengan bermain game di ponsel. “Kamu mau bawa makan

