Farfalla terbangun dengan kepala yang masih berdenyut sakit, kedua mtanyan mengerjap dan dengan samar ia melihat jika ia sedang berada di ruangan yang sangat ia kenal. Farfalla mencoba membuka lebar matanya dan mengingat kembali apa yang telah terjadi, kemudian ia mendengkus kesal saat tahu ia sudah berada di kamarnya. “Falla, sudah bangun?” Alamanda yang sedang tiduran di sofa dengan cepat bangkit dan mendekati Farfalla. “Kenapa Tante membawaku ke sini?” tanya Farfalla tidak suka. “Di sini rumah mu, tentu saja tante membawa mu ke sini,” jawab Alamanda tenang. Farfalla tersenyum masam mendengar jawaban Alamanda, rumah ini bukan lagi menjadi rumahnya sejak ia tinggalkan. “Aku ingin pulang.” Dengan cepat Farfalla menyingkirkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya, ia masih menggunaka

