Radi masuk ke dalam kamar setelah merasa tenang. Mungkin dia terlalu keras kepada istrinya dan memilih untuk menekan egonya saja, meminta maaf kepada Bianca karena sudah mendiamkan sang istri. Masuk ke dalam kamar, Radi melihat Bianca yang tengah meringkuk di atas tempat tidur mereka dengan napas yang teratur. Radi pun menghampiri sang istri dan ikut bergabung dengan Bianca di atas tempat tidur. Radi mengelus rambut sang istri sebelum menarik tubuh Bianca agar tidur menghadapnya. Jejak air mata terlihat jelas di kedua pipi milik sang istri membuat Radi mencium kedua mata Bianca secara bergantian. “Maaf ya, aku marah karena aku enggak mau Laura celakain kamu lagi kaya dulu, Ay. Aku gak mau kehilangan kamu,” gumamnya menarik tubuh sang istri agar lebih dekat. *** Bianca merasakan pe

