Epilog

443 Words

Langit menangis tersedu-sedu malam ini. Tak ada alasan yang lebih masuk akal lagi untuk membawa dia pergi dari sana. Mata gelap yang biasanya nyalang dan tajam itu selalu melembut ketika mendengarkan suara kursi roda yang Cassandra gunakan. Sebuah senyum merekah di bibirnya saat melihat baju di atas pangkuan gadis itu. "Ibuku bersikeras agar kamu tetap di sini, apa kamu tidak keberatan?" Jordan Jeon menggeleng. "Tentu saja." Kemudian pria muda itu menghampiri Cassie, menyelipkan kedua tangan kokohnya di antara punggung dan kaki gadis tersebut, mengangkat tubuh mungil itu dan meninggalkan kursi rodanya. Lantas kedua lengan Cassie memeluk leher Jeon, membiarkan dirinya menempel pada tubuh pria itu. "Kamu harus tidur di kamar Gerald, Jeon," kata Cassie mengingatkan. "Bukan di sini." Peri

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD