Bab 129. Melukis Impian

1129 Words

Tawa ringan mengalun lembut di antara ruang makan yang terdapat dua orang manusia dan satu manusia transparan. Ternyata Shina yang tertawa. Peremuna tersebut memang sangat mudah untuk menenrtawakan suatu hal, bahkan ucapan Marcus yang terdengar asal-asalan mengenai nama anaknya ananti bisa membuat Shina tertawa sampai mengeluarkan air mata. Ucapan Marcus ternyata berhasil membuat Shina sangat bahagia. Marcus yang menyadari bahwa ucapannya tadi terdengar konyol pun hanya bisa terkekeh dan merisngis. Ia sungguh belum menemukan nama yang cocok untuk anaknya kelak. Mungkin ia akan menemui temannya yang bisa meramalkan sesuatu dan mendapatnasihat bijak darinya. Marcus pun kembali memakan ikan bakar miliknya dan memandang Shina yang terlihats angat cantik ketika tengah tersenyum seperti ini. “B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD