Bab 122. Pidato

1085 Words

Beberapa hari sebelum perjalanan ke kerajaan Coldi membawa para pengembara di sebuah jamuan makan malam salah satu adik dari Fogus yang memberikan selamat pada pengembara atas bantuan mereka dalam memberantas kegiatan penghianatan yang dilakukan Fogus. Beberapa makanan mahal dan enak sudah tersaji di atas meja. Cho Egan tentu dengan senang hati memakan apapun yang ia inginkan sampai-sampai beberapa orang di sekitarnya berdecak. “Mereka ini kenapa? Bukankah semua ini khusus untuk kita?” Cho Egan mendengus dan dengan sengaja melahap kasar sebuah daging raksasa dari jenis burung unta di hadapan para tamu lainnya. Sha Arden yang melihat hal tersebut pun hanya bisa memghela napas. Tepat di sampingnya ada Nara yang malah terhibur akan tingkah laku Egan yang bar-bar, sungguh Nara sepertinya tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD