Dalam kesunyian di sebuah ruangan terlihat seorang anak laki-laki tergeletak di lantai yang dingin. Anak itu yang tidak lain adalah Cliff mengerjapkan mata pertanda dia baru saja tersadar dari pingsannya. Dia menatap sekeliling ruangan, tak terlihat seorang pun di sana yang membuatnya spontan menghembuskan napas lega. Sempat terlintas di benaknya bahwa semua kengerian yang dilihatnya tadi hanyalah sebuah mimpi buruk. Namun, ketika dia beranjak bangun, rasa sakit yang dia rasakan di sekujur tubuh menyadarkannya bahwa semua yang dilihatnya di dalam ruangan ini beberapa saat yang lalu merupakan sesuatu yang nyata. Lagi-lagi dia bergidik ngeri ketika mengingat kejadian mengerikan yang sengaja dipertontonkan di depan matanya. Tapi diam-diam dia bernapas lega karena setidaknya begitu membuka m

