Cliff membuka matanya enggan tapi aroma lezat yang menusuk hidung mau tak mau membuatnya membuka lebar kedua mata. Dia bergegas bangun dan menyelinap keluar dari kamar. Dia telusuri aroma yang memabukan itu hingga membawanya ke sebuah ruangan yang cukup luas. Ada sebuah meja panjang dan beberapa kursi yang berderet di sepanjang meja. Tidak ada seorang pun di sana tapi ada sebuah wadah di atas meja yang menjadi sumber dari aroma lezat tadi. Cliff melangkah mendekati meja, dia teguk saliva ketika melihat di dalam wadah besar itu penuh dengan cairan berwarna merah kental yang tidak lain adalah darah. Sebenarnya Cliff memang sudah sangat kelaparan mengingat terakhir kali dia makan adalah ketika ibunya membawakan makanan untuknya siang itu. Mengingat itu lagi-lagi membuat Cliff tertunduk sedi

