CHAPTER 23

2663 Words

Siang hari dengan sinar matahari yang terik tak menyurutkan seorang pemuda berusia 17 tahun menikmati indahnya hari itu. Dia berbaring santai di bawah pohon besar dengan berbantalkan kedua telapak tangannya yang dia silangkan di belakang kepala. Kedua matanya terpejam dengan hembusan napas yang tenang sangat menunjukkan bahwa dia begitu menikmati kenyamanan yang diberikan alam padanya. Sesekali rambut pendeknya yang berwarna hitam kelam bergoyang terkena hembusan angin.  “Sudah kuduga kau ada di bukit ini, Kak,” ujar seorang gadis yang usianya satu tahun lebih muda dari sang pemuda. Pemuda itu tetap memejamkan mata seolah tak peduli dengan suara sang gadis yang tiba-tiba datang mengganggunya.  “Kak, apa kau tidur?” Tidak ada jawaban, membuat gadis itu pun duduk di samping sang pemuda dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD