Max Pov Aku merasa bersalah dengan Tamara. Aku belum bercerita tentang Erika. Rasanya aku ingin memilih salah satu dari mereka tetapi aku tidak sanggup menyakiti perasaan mereka. Erika menghubungiku saat aku sedang bersama Tamara & mau tak mau aku mengangkat telfonnya " Ada apa Erika?" " Aku rindu kamu " Rasanya aku tidak tega terhadap Erika terus - terusan membohonginya apalagi sekarang hatiku seutuhnya dimiliki Tamara " Aku janji minggu depan ke rumah. Aku sekarang banyak kerjaan" Beginilah rasanya memiliki banyak istri. Aku harus bisa membagi waktuku untuk mereka. Aku sempat berfikir untuk menceraikan Tiara karena aku tak ingin terus - terusan dimanfaatkan. Tiba - tiba Tamara memanggilku & aku langsung memutus telfon tanpa melanjutkan obrolan dengan Erika " Sayang, aku bikin brown

