Setelah berkali-kali menggerakkan pinggulku akhirnya aku dapat merasakan puncaknya. Dengan cepat aku menarik milikku dari dalam Mafuyu yang seketika membuat gadis itu tidak senang.
“Tck, pecundang!.” maki nya ketika aku menyodorkan milikku ke wajahnya, dia pun segera mengetahui apa yang aku inginkan dan segera membuka lebar mulutnya.
***
Setelah menghabiskan satu ronde kami memutuskan untuk berhenti karena sebentar lagi bel sekolah akan berbunyi. Di depan cermin, Mafuyu menata wajahnya sendiri didepan cermin untuk merapikan dirinya.
“Sial, setelah istirahat pertama berlangsung kita harus melakukannya lagi, tentu kali ini kau harus melakukannya hingga tuntas.”
Dari pantulan cermin aku dapat melihat jika dia kesal karena melakukannya setengah-setengah. Menyadari aku tengah menatapnya, Mafuyu mengangkat bokongnya kebelakang lalu membuka roknya dan memperlihatkan jika ia masih tidak mengenakan CD. Wajahnya yang kembali terangsang ketika memperlihatkan itu benar-benar sebuah mahakarya. Aku dengan cepat mengambil smartphone lalu memotretnya.
“Hei, jangan cuma mengambil gambar?. Ayo lakukan satu ronde lagi.”
“Tidak, kita harus segera berangkat ke sekolah.”
“Tck, kau harus ingat untuk membeli pengaman karena tidak peduli apa kau harus memuaskan ku.”
Marah karena penolakan ku, Mafuyu kembali menutup roknya dengan kesal. Kemudian kami pun segera bergegas menuju sekolah.
***
Setelah sekolah berakhir Mafuyu kembali meminta melakukan kontak fisik walaupun kami sudah melakukannya di sekolah. Kami melakukan beberapa ronde di dalam kamar setelah sekolah hingga gadis jalang itu akhirnya dapat terpuaskan.
“haaaahhh.. sial pecundang itu memintaku untuk segera login.” Mafuyu terlihat kesal saat dia melihat pesan singkat pada smartphone. Saat ini dia masih tiduran di dalam kamarku setelah kami selesai melakukan hubungan intim. Sisa dari perpaduan kami terlihat jelas dari betapa kacaunya tempat ini. Seprei kasur yang basah karena keringat dan beberapa alat kontrasepsi yang telah terpakai dengan cairan kental didalamnya menjadi hasil dari permainan kami.
Karena terlalu lemas hingga tidak sanggup berjalan, Mafuyu memintaku untuk mengantarnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Menuruti permintaannya, aku segera mengangkatnya lalu membawanya ke kamar mandi. Kami saling merangsang satu sama lain ketika mandi bersama untuk memulihkan tenaga kami. Seolah ini memang sudah biasa dilakukan hingga kami berdua begitu lihai menggoda satu sama lain, tapi kami segera berhenti sebelum semuanya berakhir dengan s*x lagi.
“Itu terasa nikmat seperti yang selalu kita lakukan, mari ambil foto kenangan.”
Di depan cermin kamar mandi kami berdua yang masih telanjang setelah mandi bersama mengambil foto bersama.
“Terimakasih keiji karena telah memenuhi permintaanku yang selalu sepihak.” ucapnya setelah mencium pipiku lalu pergi begitu saja.
Setelah kepergian Mafuyu, aku segera membereskan kamar yang telah menjadi berantakan seperti kapal pecah. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya aku selesai laku karena tidak ada pekerjaan lain aku kemudian kembali login game LHO.
“Ayah masih mengatakan jika saat ini dia sedang keluar kota karena pekerjaannya, itu artinya aku bisa bermain game sampai larut malam.” Dengan perasaan gembira aku segera rebahan di kasur senyaman mungkin dan segera login.
***
[Selamat datang kembali di Lost Heaven Online]
Alun-alun kota adalah tempat default yang dituju oleh para pemain ketika mereka berhasil masuk ke dalam game, kecuali jika seorang pemain memiliki tempat spot login lain seperti rumah pribadi, gedung Guild bahkan penginapan pun bisa di jadikan spot login jika waktu penyewaan masih tersedia.
Sementara itu setelah cahaya yang begitu terang akibat dari efek login menghilang, aku merasakan tengah berada di atas tempat tidur yang nyaman. Aku sempat berpikir jika aku tidak berhasil login karena biasa aku akan di tempatkan di alun-alun kota saat memasuki game. Namun kali ini berbeda aku merasa seolah masih tidur di tempat tidurku. Tapi pikiran itu segera terbantahkan ketika sebuah layar transparan yang bias ada di virtual reality tengah mengambang di depan wajahku.
Aku pun segera menyadari jika saat ini tengah berada di kamar Sonya, dimana tempat ini adalah terakhir kali aku logout. Aku segera bangkit dari tempat tidur dan mendapati wanita yang telah mengambil keperjakaan avatarku di game ini telah menghilang.
“Sudah begitu siang, Sonya saat ini pasti sudah berada si caffe.” Seketika aku merasa tidak enak padanya karena meninggalkan dua logout setelah bersenang-senang semalaman dan tidak menyapanya saat dia bangun.
“Aku merasa seperti b******n yang pergi begitu saja setelah menyewa jasa wanita malam. Aku harus meminta maaf padanya nanti.”
Turun dari tempat tidur aku segera mengambil semua equipment milikku yang berserakan di lantai, kemudian aku menatap kamar yang begitu berantakan lalu mulai membereskan ya. Aku merasa ini berantakan bukan karena pesta semalam, tapi mungkin karena Sonya memang jarang membersihkan kamarnya sendiri. Karena terlalu suka kebersihan akhirnya aku merapikan seluruh rumah wanita pemilik caffe itu di Bantu dengan beberapa roh tingkat rendah yang aku kontrak. Roh-roh yang tidak dapat diandalkan untuk pertempuran namun sangat bermanfaat untuk menangani pekerjaan biasa
Setelah 30 menit akhir membereskan rumah Sophia berhasil di selesaikan. Aku kemudian berniat untuk pergi keluar, tapi ketika aku ingin keluar ada sebuah catatan yang tergantung di pegangan pintu yang berbunyi jika aku harus mengunci pintu Jika ingin keluar. Mengikuti pesan dari Sonya, aku pun mengunci pintu dan segera menuju caffe wanita itu.
***
Empat kerja Sonya begitu dekat, yah itu tepat di depan rumahnya sendiri. Harini ini seperti biasa tempat itu begitu ramai, beruntung karyawan magang masuk hari ini sehingga Sonya dapat tertolong. Wanita itu terlihat sangat senang ketika melihat kedatanganku. Melihat jika ada sebuah kursi kosong di depan barista, aku segera menuju ke sana dan meminta maaf untuk kejadian semalam pada Sonya.
“Tidak masalah, aku mengerti kebiasaan para pemain seperti kalian.” Sonya dengan mudah memaafkan aku karena tidur begitu lelap hingga siang.
“Lalu kunci ini...” aku berniat menyerahkan kunci rumah Sonya, namun wanita itu menghentikan aku.
“Simpan, karena aku sudah menganggap mu sebagai orang yang sepesial bagiku, kau boleh tinggal di rumahku selama yang kau inginkan.” peryataan Sonya membuatku cukup terkejut, belum pernah aku mendengar jika seseorang pemain dapat tinggal di rumah Npc secara gratis bahkan tanpa batas waktu.
‘Mungkin karena belum ada pemain lain yang mencapai tingkat kedekatan sampai spesial, selain aku ’ pikir ku, aku merasa sangat senang merasa senang mendapatkan predikat sebagai yang pertama mencapai kedekatan spesial.
“Apa kau yakin?, Mungkin aku akan menyerang mu saat malam hari.” aku berpura-pura menanyakan keputusan Sonya. Tapi wanita itu justru terlihat senang dengan pertanyaan itu.
“Hemm..… jika itu terjadi pasti akan sangat menyenangkan seperti malam kemarin.” balasan dengan tatapan menggoda, walaupun di sekitar banyak pelanggan yang sedang berada di dalam tokonya tapi Sonya terlihat tidak peduli. Bahkan ketik kami saling berciuman pun mereka hanya diam seperti sistem AI yang mereka miliki tidak diprogram ketika ini terjadi. Sementara itu para pemain terlihat iri melihat aku berciuman dengan Sonya.