Handphone Lukman berdering, dia sangat kesal dibuatnya kali ini tak ada nama yang tertera di ponselnya, dia mengangkat panggilan itu “Ya” ucap Lukman memulai pembicaraan “Pasti kau mencariku Mr. Lukman? Tenang saja, aku berada ditempat yang tenang dan yang pasti dua orang suruhanmu yang bodoh itu tidak akan mungkin menemukanmu, kau telah membunuh ayahku, maka nyawa akan dibalas dengan nyawa” Ucapan itu membuat tangan Lukman menggenggam erat telfonnya lebih keras menahan amarah “JEROLINE! Kau akan berlutut dihadapanku suatu saat nanti!” Lukman berteriak kencang menjawab telfon namun sambungan telefon itu telah dimatikan sepihak oleh Jeroline. Zahra keluar dari kamar mendengar teriakan Lukman, menatap khawatir suaminya, dia mengambilkan secangki teh untuk Lukman berharap menenangkannya

