Zahra menggeliatkan badannya, rasa kantuk masih menyerangnya, dia terbangun saat mendengar kumandang Adzan, ia melihat jam tangannya dan terbelalak, jam menunjukkan pukul 18.00 artinya sudah memasuki waktu maghrib, dia melihat ke sekeliling, dia masih diatas sofa kantor diruangan Lukman, lalu ia menoleh ketempat Lukman, Lukman tertidur diatas mejanya menelungkup, Zahra berdiri menghampiri Lukman, dan memandang wajah tenangnya yang tidur, tak ada guratan emosi, hanya wajah polos yang ia liat, tampan, batin Zahra. Ya memang Lukman lelaki yang tampan dan mapan, hanya saja sifatnya yang membuat dia terlihat menakutkan. Zahra mengusap pelan bahu Lukman berniat membangunkannya, namun Lukman tak bergerak sedikitpun mungkin Lukman kelelahan, pikir Zahra. Dia memutuskan untuk mengambil air wudhu da

