Eps 15

3135 Words

Semua anak akan berkumpul ceria dengan beberapa sahabat mereka saat jam istirahat. Kecuali dia, seorang anak remaja yang termenung sendiri di kolam. Dia bercermin menatap pantulan bayangan dirinya. Dilihat dari sisi manapun dia memiliki fisik laki-laki, tampan, hidungnya mancung dan memiliki mata hazel coklat yang indah. Sebuah batu kerikil kecil bertubi-tubi melayang di pundaknya, mereka semua memanggilnya banci atau waria. “Aw!” pekiknya. Dia berlari dengan tangannya melambai, tangan kirinya berusaha melindungi dirinya dari kerikil kecil itu. “Zakiyaa banciii!!” ucap beberapa anak lelaki yang dengan gelak tawanya tanpa dosa. Zakiya tidak menoleh ke belakang, dia terus berlari menyusuri lorong kelas hingga dia tak sengaja menubruk seorang guru perempuan. Bu Ani namanya, guru Bimbingan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD