93

1034 Words

Sofia menolak ajakan Hiskia, dia memang terluka namun tidak merasa jika dia harus ke rumah sakit. “Enggak usah enggak papa, gue pulang aja.” Hiskia lalu menghela nafasnya, sudah tau terluka seperti itu masih saja menolak ajakannya untuk berobat. Darah segar dari lengan Sofia tak kunjung berhenti mengalir. “Udah, ikut aja, rumah sakitnya kan gak jauh. Naik sepeda gue,” ucap Hiskia menepuk bangku boncengan belakangnya. Awalnya Sofia ragu, namun lama kelamaan rasanya tangannya terasa perih dan sakit. Dia lalu naik ke atas boncengan Hiskia. “Pegangan, nanti jatuh.” Sofia lalu meremas jaket samping Hiskia, dia sedikit takut karena Hiskia mengebut. Sesampainya mereka di rumah sakit, Hiskia langsung membawa Sofia ke UGD dan meminta dokter untuk menyembuhkan gadis itu. Saat Sofia diobati, His

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD