“Banci mau sekolah dimana nanti?” tanya Reno menatap Zakiya sebelum ujian berlangsung. Jam kelas menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, masih ada waktu setengah jam untuk mereka belajar. Zakiya tidak menjawab, dia menghiraukan panggilan Reno. Dia ingin segera menyelesaikan ujian hari ini dan pulang. “Wah, si banci budeg juga ternyata sekarang.” “WOI!” teriak Reno tepat di telinga Zakiya. BUGH. Sebuah pukulan melayang di wajah Reno, siapa lagi kalau bukan Hiskia, dia menatap Reno dengan tatapan tajam. “Lo berani pukul gue?” ucap Reno membusungkan dadanya hendak melawan Hiskia. “Kenapa? Lo mau mukul gue? Bales gue? Inget ya bapak lo bawahan bokap gue. Ati-ati lo dipecat tau rasa.” Hiskia mengucapkan dengan tatapan tajam. Kalau soal Reno dia masih berani, namun jika masalah Galang, di

