Insting Khanza

1188 Words

“Welcome home, Sayang!” seru Bima dari dalam rumah begitu Nindita melewati pintu. Tangan Bima direntangkan seolah siap memberi pelukan hangat pada Nindita yang baru saja kembali ke rumah. Angga menatap dingin pada Bima seraya menahan amarah dan tangan yang mulai terkepal. Ia berusaha keras untuk mengontrol diri. Sementara Nindita terhenti. Ia menatap Bima dengan wajah sedikit masam, sama sekali tak terpikirkan bahwa Bima benar-benar tak menghubunginya selama ia sakit. Bima yang ditatap seperti itu sedikit terpaku. Untuk pertama kali Nindita menatapnya seolah sedang mengintimidasi. Ia diam di tempat dengan wajah yang sedikit pias. Senyum yang semula terukir kini perlahan redup karena melihat wajah Nindita. Ia ingin memeluk, tapi Nindita sama sekali tak merespon. Membuat Bima bertanya-tany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD