"Makan yang banyak ya!" ucap Nindita yang duduk di depan Angga. Setelah saling melepas rindu, dan mengobrol banyak hal, Nindita mengajak Angga untuk makan di restoran favorit mereka dulu. "Besok-besok kalau Mama datang, Mama bakalan masak dulu buat kamu. Kangen nggak masakan Mama?" "Kangen dong, Ma. Nggak ada yang bisa ganti citarasanya." "Beneran?" tanya Nindita menaikkan sebelah alisnya menggoda. "Masakan mama tuh kelllllas pokoknya." Angga mengangkat tangannya menyatukan jempol dengan telunjuk hingga membentuk gaya oke. Nindita tertawa melihatnya, ada yang menyusup hangat dalam hatinya. Rasa bahagia saat melihat Angga yang perlahan kembali seperti dulu. Ia berharap keceriaan, juga semangat hidupnya kembali. "Ma ...," panggil Angga. "Ya," sahut Nindita di sela-sela suapan nasin

