Angga sama sekali tak menghiraukan panggilan dua temannya itu. Ia tetap berjalan lurus menuju satu tempat yang memungkinkan untuk menemukan sosok yang ia cari. Bara Dewangga. Ia pernah bertarung dengan Angga untuk memenangkan menjadi kapten tim basket di sekolah. Namun, Angga yang dipilih untuk menjadi kapten, dan Bara pun mundur bahkan untuk menjadi anggota tim. Ia tak ingin satu tim dengan Angga, karena ia merasa banyak orang akan berputar di dunia Angga. Sementara ia hanya akan menjadi orang yang tak terlihat, meskipun kemampuan yang ia rasa sama dengan Angga. Angga berdiri di depan pintu kelas IPS, di mana anak-anak di kelas itu sedang becanda satu sama lain dengan kaki yang dinaikkan ke atas meja. Sebagiannya sedang menulis entah apa. Mereka menoleh saat melihat sosok Angga berdiri

