"Mbak ....” Angga memanggil karena melihat Ellia yang sedari tadi hanya menatap kosong pada dinding lift yang sedang mereka naiki. “Mbak El!” Gadis itu masih termenung, hingga Angga membuat gerakan tangan di depan wajahnya. “Hah, iya? Apa, Ga?” sahut Ellia tak fokus. “Gue w******p kok nggak dibales?” tanya Angga. “Ada ya? Sorry gue nggak liat hape.” Ellia mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Mengecek pesan dari Angga yang tak ia balas sejak tadi. “Udahlah. Udah nyampe sini juga.” Pintu lift terbuka. Angga dan Ellia berada di lantai empat, di mana apartemen Selly berada. Angga mempercepat langkahnya hingga Ellia tertinggal beberapa langkah karena tak bisa mengejar langkah jenjang lelaki itu. Saat sampai di depan pintu apartemen, Angga menekan bel berkali-kali, tapi tak ada sambutan

