"Mba, maaf ya, saya terpaksa batalin rencana kerjasama kita. Di luar sana masih banyak jasa endorse yang mungkin lebih baik, dan saya lebih nyaman." Seorang perempuan menerangkan maksud ia meminta bertemu dengan Selly. Produk skincare yang baru launching, berniat bekerja sama dengan Selly untuk mempromosikan barangnya. Selly hanya bisa menatap terpaku mendengar pemutusan sebelah pihak. Sudah terlalu banyak orang yang tiba-tiba menelepon dan melakukan hal serupa seperti yang wanita itu lakukan pada Selly. "Produk yang udah saya kirim, ambil aja." Wanita itu tersenyum hambar, sementara Selly tetap diam, karena ia sudah mengerti alasannya ditolak di mana-mana. "Saya memang nggak tau persis masalah mbaknya, tapi saya pernah ada di posisi istri pertama. Perasaan itu yang saya tau persis gi

