Bab 02

1358 Words
Tiga puluh lima menit kemudian.. Di depan sekolah Mala dan Afgan Junior.. "Iya nal, sebentar lagi saya ke bandara bersama dengan anak-anak, sudah dulu ya, kamu tunggu dulu di sana sebentar ya." kata Afgan yang baru saja selesai menelepon Renaldi. Di mobil Afgan lagi.. "Lik jo kita ke bandara ya, oh ya anak-anak kalian ganti baju ya nanti." Pinta Afgan. "Inggih den mas." Paijo melaksanakan perintah dari Afgan. "Ha.. Ganti baju..!!" Kata Mala dan Afgan Junior bersamaan. "Iya, ini baju kalian, tadi ayah minta mbok Surip ambilkan di kamar kalian." Kata Afgan menjelaskannya pada anak-anak nya. "Oke yah..!!" Kata Mala dan Afgan Junior bersamaan lagi. "Ha.. Minta tolong sama mbok Surip..!! Emangnya mbok Surip bisa dengar yah, kita berdua saja yang ngomong keras dengan mbok Surip gak nyambung-nyambung ?" tanya Mala dengan heran. "Sudah nanti kita bahas, dan ada rahasianya biar mbok Surip bisa nyambung, nanti ayah kasih tau rahasianya supaya kalian berdua bisa nyambung saat berbicara dengan mbok Surip." "Oke..!!" seru Mala dan Afgan Junior bersamaan. Di bandara.. "Daddy..!!" "Yes my son." "Still long uncle Afgan picks us up ?" "Uncle Afgan said soon to be arrived at the airport along with your cousin, his son Uncle Afgan." "Yes, you're just waiting, maybe soon Uncle Afgan comes." Citra menambahkan jawaban suaminya, Renaldi. "Oke mom..!!" "Why are you handsome brother ?" Tanya Dara yang melihat Arka tidak bisa diam. "Kebelet.. Pipis Dara..!!, mami, papi, Arka ke toilet dulu ya." Jawab Arka tang menahan diri ingin ke kamar mandi. "Oke..!!" seru Renaldi dan Citra bersamaan. "Duh Renaldi dimana lagi." Kata Afgan yang mencari Renaldi. "Kenapa gak ayah telepon saja." "Oh iya terimakasih sayang, em jangan lupa kalian ganti baju ya." "Pah telepon tuh." Kata Dara memberitahu ayahnya. "Oh iya, assalamu'alaikum gan, iya elu tunggu saja di lobby ya gua masih nunggu Arka nih, iya, iya, wa'alaikumussalam." Kata Renaldi yang menerima telepon dari Afgan. "Siapa di ?" "Afgan." jawab Renaldi. "Oh..!!" Di depan kamar mandi bandara.. " Kok ada anak sekolah disini sih. " Kata Arka di dalam hati yang melihat ke arah Mala. " Ih ini orang ngapain sih lihatin saya dari tadi, hem.. " Kata Mala di dalam hati, karena dari tadi di perhatikan oleh Arka. "Kenapa bang ?" Tanya Mala yang menghampiri Arka. "Kenapa, kenapa bagaimana ya, jangan panggil saya abang, saya bukan supir angkot bisa ?" Tanya Arka juga saat di hampiri Mala. "Oh gak boleh panggil abang, berarti saya panggil mas ya." "Mas, mas, memangnya saya tukang bakso apa, sudah awas minggir saya mau ke toilet." "Eh tunggu, saya mau tanya" Kata Mala yang menghentikan Arka masuk ke dalam kamar mandi. "Kalau mau tanya-tanya nanti, saya sudah kebelet ini, bye." Kata Arka yang memaksa masuk ke dalam kamar mandi saat Mala menghalanginya untuk masuk ke dalam kamar mandi. "Waduh si Mala lagi, cari gara-gara dia mah, ah.." Keluh Afgan Junior yang melihat adiknya sedang ribut di depan kamar mandi dengan Arka, sepupunya. "Woi..!! Woi..!!" Kata Afgan Junior yang mencoba menghentikan Mala dan Arka ribut di depan kamar mandi. "Apa..!! Kenapa..!!" Mala dan Arka membentak Afgan Junior saat Afgan Junior mencoba memisahkan Mala dan Arka yang ribut di kamar mandi. "Sudah, sudah, jangan ribut, ingat ini tempat umum tau, kamu juga sana ganti baju." Kata Afgan Junior yang meminta Mala dan Arka berhenti untuk ribut di depan kamar mandi dan juga Afgan Junior meminta Mala untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya. "Iya..!! Bye..!!" Kata Mala dan Arka yang meninggalkan Afgan Junior di depan kamar mandi. "Haduh..!! Budeg kuping gua ini lama-lama, cepat masuk ke kamar mandi sana kalian berdua." Keluh Afgan Junior ketika Mala dan Arka berteriak di dekat kupingnya. Mala dan Arka masuk ke dalam kamar mandi, begitu juga dengan Afgan Junior, Renaldi dan Afgan pun bertemu dan barang-barang Renaldi dan juga keluarga sudah di masukan ke dalam mobil Afgan. Renaldi meminta Paijo untuk memanggil Mala, Arka, dan Afgan Junior yang berada di kamar mandi. Di depan kamar mandi Mala meminta izin pada kakaknya, Afgan Junior ke mall mencari kado untuk ibunya, Titah. Afgan Junior mengizinkan Mala pergi mencari kado untuk ibunya dengan satu syarat yaitu Afgan Junior meminta Mala juga membelikan kado juga untuk ibunya. Paijo tidak jadi mencari Mala, Arka, dan Afgan Junior ke kamar mandi, karena Afgan Junior dan Arka sudah berada di lobby bandara, kecuali Mala. Ayahnya, Afgan bertanya pada Afgan Junior soal Mala yang tidak bersama dengannya. Lalu Afgan Junior menjawab pertanyaan dari ayahnya. Kemudian Afgan meminta Paijo segera ke hotel untuk Renaldi dan keluarga menginap sementara. Mala dan Arka tidak mengetahui kalau ternyata mereka adalah sepupu. Di Lobby bandara.. "Hai bro..!!" Renaldi dan Afgan saling menyapa. "Loh kamu anaknya uncle Renaldi ?" Tanya Afgan Junior saat bertemu dengan Arka. "Kamu juga anaknya uncle Afgan ?" Tanya Arka saat bertemu dengan Afgan Junior. "Iya.." Jawab keduanya dengan kompak. "Oh ternyata kalian berdua sudah bertemu ya." "Iya uncle Afgan, tadi ketemu di kamar mandi." "Oke, em Junior." "Iya ayah kenapa ?" "Mala kemana ?" "Mala tadi minta izin Junior ke mall untuk membeli kado untuk ibu" "Oh gitu" "Eh ya tadi gua dengar kalian sebut-sebut mall dan kado untuk Titah, kebetulan dong saya dan keluarga juga belum ada kado nih untuk Titah, bagaimana sebelum ke hotel kita ke mall dulu beli kado untuk Titah, setuju gak gan ?" "Setuju di." "Kalau begitu kita ke mall nya naik taksi online saja, biar Paijo ke hotel duluan dan pesanan kamar hotel untuk kita, setuju gak ?" "Setuju Cit, ya sudah saya suruh Paijo ke hotel dan pesankan kamar hotel untuk kalian ya." "Lik, lik jo." Afgan memanggil Paijo. "Inggih den mas Afgan." jawab Paijo. "Saya minta tolong, lik jo bawa barang-barang Renaldi ke hotel dan pesankan kamar hotel untuk Renaldi dan keluarga di hotel ya." Pinta Afgan. "Oke.. Siap laksanakan den mas." Paijo melaksanakan perintah dari Afgan. Di rumah Afgan Di kamar Titah dan Afgan.. "Sudah siang kok anak-anak belum pulang ya, eh atau jangan-jangan anak-anak sudah pulang, coba keluar kamar deh." Kata Titah yang sedang membereskan bajunya di koper miliknya. Di kamar Afgan Junior.. "Junior, gak ada di kamarnya, coba ke kamar Mala saja deh." Kata Titah yang memeriksa kamar Afgan Junior. Di kamar Mala.. "Mala, loh sama saja gak ada di kamarnya, jangan-jangan lagi makan siang kali ya, coba lihat di meja makan saja deh." Kata Titah yang memeriksa kamar Mala. Di meja makan.. "Loh kok sama saja tidak ada anak-anak, coba tanya mbok Surip deh di dapur." Di dapur.. "Alhamdulillah makan siang sudah selesai di masak semua, tinggal di tata saja di meja makan deh." Kata mbok Surip yang baru saja selesai memasak. "Mbok..!!" Titah memanggil mbok Surip. "Eh ada bu Afgan." Kata mbok Surip. "Iya, anak-anak sudah pulang belum ?" Tanya Titah menggunakan suara. "Ha.., bu Afgan mau minum ya nanti saya ambilkan ya bu." Kata mbok Surip. "Loh kok minum sih, bukan mbok." Kata Titah yang kebingungan. "Mbok, mbok.." Titah memanggil mbok Surip lagi. "Iya bu Afgan, kenapa minum kan, itu minumnya bu, kurang ya bu minumnya ?" Tanya mbok Surip. "Bukan minum mbok, tapi anak-anak, anak-anak sudah pulang belum ?" Tanya Titah lagi menggunakan bahasa isyarat dan tidak menggunakan suara. "Oh bukan minum ta bu, anak-anak belum pulang bu Afgan." "Oh gitu kalau Paijo sudah pulang belum mbok ?" Tanya Titah lagi menggunakan suara. "Ha.., makan siang, belum bu, belum di siapin ini saya baru mau siapin di meja makan, bu Afgan sudah lapar ya, tunggu sebentar ya bu, saya siapkan dulu makan siangnya." Kata mbok Surip lagi. "Aku ngomong apa, mbok Surip ngomong apa, wah gak nyambung babar belas ini, haduh, haduh" keluh Titah. "Mbok, mbok, mbok Surip.." Titah memanggil mbok Surip lagi. "Iya bu Afgan, saya tau bu Afgan lapar makannya saya siapkan dulu makan siangnya di meja makan, sekarang sudah siap silahkan kalau mau makan siang, sudah siap." Kata mbok Surip lagi. "Haduh mbok, bukan makan siang, tapi Paijo sudah pulang belum ?" Tanya Titah lagi menggunakan bahasa isyarat dan tidak menggunakan suara. "Oh Paijo, belum bu, sama seperti anak-anak dan pak Afgan." "Oh ya sudah, terimakasih ya mbok." Kata Titah menggunakan bahasa isyarat dan tidak menggunakan suara. "Iya bu sama-sama, permisi bu." Kata mbok Surip yang pergi meninggalkan Titah. "Em..!!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD