Perawat masuk ke dalam kamar inap Aruna dan meminta Kenzi untuk dibawa lagi ke ruangan bayi. Hana dan Tio pun menawarkan diri untuk mengantar cucu mereka ke kamar bayi. Sekalian memberikan waktu untuk Arkan dan Aruna berbicara empat mata. "Mas pasti masih ingat poin-poin dalam surat perjanjian itu, Mas. Dan sekarang semuanya sudah selesai. Masalah ku sudah Mas Arkan selesaikan, dan keinginan Mas juga kedua orang tua Mas Arkan sudah aku kabulkan. Jadi, semuanya selesai. Aku harus pergi dan menyerahkan hak asuh Kenzi padamu. Sesuai isi perjanjian." Aruna berucap dengan lemah lembut, mengingatkan Arkan pada isi surat perjanjian yang mereka sepakati satu tahun yang lalu. "Aku tak bisa, Runa. Aku tak mau kamu pergi," ucap Arkan dengan suara pelan. Genggaman tangannya pada tangan Aruna semakin

