Dua Puluh Dua

1001 Words

Author POV Devan, Siska, dan Orang tua Devan sedang berkumpul. Mereka akan membahas kelanjutan dari hubungan Devan dan Siska. "Kalian ingin langsung menikah atau tunangan dulu." Tanya papa Devan. "Tunangan dulu aja om." Jawab Siska. "Nggak, Devan mau nya langsung nikah aja. Kelamaan kalau harus tunangan dulu." Protes Devan. "Kalau mama sih setuju langsung nikah aja. Mama udah nggak sabar pengen punya cucu lagi." "Setuju ma." Devan senang dengan usulan mamanya. "Aaaauuuuuwww." Devan kesakitan karena pahanya di cubit Siska. Emang hobi ya Siska main cubit-cubitan. "Kalau papa terserah kalian aja, kalian yang ngejalanin nya. Apapun keputusan kalian Papa pasti dukung." "Ayo lah sayang, langsung nikah aja. Ya...ya....ya...." Rayu Devan pada Siska dengan tampang di imut-imutkan. "Tapi..

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD