Siska POV "Astaga gue kesiangan." Gue membuka mata saat terkena silauan dari cahaya matahari. Gue menatap sosok yang berada di samping gue yang masih memeluk gue. Gue lihat wajahnya begitu terlihat sangat tenang dan damai. Nggak seperti semalem waktu dia tiba-tiba dateng. Dia seperti orang kerasukan. "Ternyata Pak Devan terlihat sangat tampan bila seperti ini. Hidungnya yang macung, alisnya yang tebal, kumis tipis-tipisnya, apalagi bibirnya yang sexy terlihat sangat menggoda." Sial gue ngeghibahin orang yang tepat berada di samping gue. Shit, gue jadi ngebayangin bagaimana saat Pak Devan mencumbu gue semalam. Andai saja itu bukan cumbuan dengan penuh amarah. Haisssttt, gue langsung menggelengkan kepala. Sadar Sis, lo mikirin apa coba. Kenapa pikiran gue jadi m***m gini. "Udah selesai

