Dua Puluh Sembilan

960 Words

Author POV Devan menghampiri Siska dan menyapa karyawan lainnya. "Sis, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Devan. Siska menganggukkan kepala dan pamit pada teman-temannya. Siska dan Devan pergi menuju keruangan Devan. "Ada apa pak? Ada yang bisa saya bantu?" Siska memulai pembicaraan. Karena setelah masuk ke ruangan mereka saling diam. Devan masih ragu-ragu untuk memulai pembicaraan dan menjelaskan semuanya. "Eeeemmm... Aku ingin menjelaskan sesuatu. Tapi aku takut kamu marah." "Kenapa emangnya?" "Tapi kamu janji jangan marah ya?" "Ya tergantung." "Kok tergantung?" "Ya kalau bapak berkata jujur dan bapak benar-benar tidak bersalah. Saya nggak akan marah." Akhirnya Devan mulai menceritakan semua yang terjadi semalam. Mulai dari dia mendapat telepon dari seseorang hingga dia mengi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD