24. Semuanya Akan Baik-baik Saja

1107 Words

Setelah menidurkan Ayla di kamar, Ranis yang belum bisa tidur memutuskan keluar menuju beranda cottege. Dia menemukan Bima yang sedang menikmati teh hangat ditemani semilir angin laut malam ini. Ranis ikut bergabung duduk di kursi rotan samping Bima. "Hey..., belum ngantuk?" sapa Bima begitu melihat kehadiran seseorang di sampingnya. "Belum, Mas. Akhir-akhir ini aku sering terserang insomnia. Tekanan darahku sampai turun gara-gara kurang tidur malam," keluh Ranis. "Ada yang sedang kamu pikirkan?" "Apa lagi yang aku pikirkan saat ini kalau bukan persoalan Ayla dan Adit? Mana sekarang nambah masalah baru lagi. Kenapa mereka muncul di saat aku sudah nyaman dengan keadaanku yang sekarang." Ranis terus menggerutu, sesekali dia mengempaskan napas kasar seolah dadanya sedang terasa begitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD