Bima melepas pelukannya pada Ranis saat pintu lift terbuka, kemudian berjalan bersisian tanpa melepas rangkulannya di pundak Ranis. Tujuan langkah tergesa Bima adalah menuju basemen gedung tempat mobilnya diparkir. Sesampainya di mobil Ranis belum mau membuka suara untuk menceritakan apa yang sedang menimpanya hingga terlihat begitu kacau. Tatapan Ranis masih kosong. Dia bahkan tidak sadar saat ini sedang berada di mana dan bersama siapa. Bima melajukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan siang hari yang padat. Bima mengajak Ranis berputar-putar, tanpa tahu arah dan tujuan. Sampai pada akhirnya Bima menghentikan laju mobil di sebuah taman kota yang letaknya cukup jauh dari kantor Ranis. "Kalau Ranis tidak bisa menceritakan pada saya apa yang terjadi sesaat yang

