21. Bibirku, Tak Perawan

1151 Words

Setelah momen hangat itu, Leana akhirnya menunggu Melvin untuk bersiap sambil bermain dengan Alvaro yang sudah mulai senyum-senyum polos. Dia bahkan berceloteh riang pada bayi yang belum mengetahui apapun itu. Dia juga menyiapkan pakaian untuk Melvin sementara Alvaro diletakkan di boks kecil yang tersedia di kamar hotel. Bayi mungil itu tampak tenang, matanya mengamati langit-langit seolah mengerti bahwa pagi ini adalah milik keluarganya. Tak butuh waktu lama, pasangan muda itu akhirnya turun ke restoran hotel yang telah disiapkan khusus untuk keluarga mereka. Meja panjang di sisi kaca besar yang menghadap taman belakang sudah dipenuhi wajah-wajah yang Leana kenal, termasuk para kakek nenek yang semula Leana pikir akan turun agak siang. Wajah-wajah yang semalam turut hadir untuk sarapan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD