32. Awal Rencana

1226 Words

Hujan masih deras di luar sana, membentuk garis-garis air di balik kaca jendela ruang tengah. Di dalam, suasana hening namun penuh dengan beban pikiran yang mengendap dalam diam. Leana duduk di sofa, memeluk bantal kecil di pangkuannya. Sementara Melvin berdiri tak jauh dari meja, menatap layar ponselnya dengan dahi berkerut. “Besok pagi aku akan mulai dengan mencari informasi keberadaan Dion,” kata Melvin pelan, memecah keheningan. Leana menoleh, suara itu membuat pikirannya tersadar dari lamunan. “Kau tahu harus mulai dari mana?” Melvin mengangguk. “Dia punya seorang sepupu yang dulu kerja di Plophile juga. Namanya Radit. Mungkin dia masih bisa dihubungi. Terakhir aku dengar, dia pindah ke Jopile sekitar 30 menit dari kantorku, tapi nomor lamanya masih aktif di kontakku.” Leana mengg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD