"Bianca mengkhianati saya Tari. Jadi ... Mentari Senja. Will you marry me?" "AAAAA!" Aku mengacak rambut kesal karena sepagi ini moodku sudah berantakan dan itu menyebabkan nafsu makanku hilang. Padahal aku sengaja datang pagi agar bisa makan bubur di kantin. Sumpah ya, tidak dapat kupungkiri kalimat lamaran yang terlontar dari Pak Leo kemarin di ruangannya ternyata lebih menyeramkan dibanding nonton Conjuring. Horor sumpah horor. Sampai-sampai aku tidak bisa tidur karena memikirkannya. Perasaan, nama dia gak ada unsur 'demit'-nya tapi kenapa setiap kelakuan si Bos bikin aku bergidik dan terkadang gak masuk akal? Nikah? What? Is he crazy? Beribu pertanyaan konyol bergelayut di benakku bagaikan serbuan monyet yang siap menghancurkan benteng yang sudah lama kubangun. Aku sungguh sy

