Arsen menatap Nadine marah. Ia berusaha agar tidak sampai membentak Nadine. Arsen menggenggam tangannya lagi. Sekali lagi Nadine memberontak tidak mau. Ia menarik tanganya kasar. “Kenapa nggak pulang?” tanya Arsen akhirnya. Nadine diam. Kini teman-temannya memperhatikan Nadine dan Arsen bergantian. Beruntung sepi, karena banyak yang menonton pembuatan film. “Mas tau kamu marah, tapi apa nggak keterlaluan kalau kamu sampe nggak pulang? Kamu nggak mikir gimana perasaan Mas pulang lihat istrinya nggak ada di rumah ?” “Mas khawatir?” “Ya kamu pikir? Kalau nanti kamu kenapa-kenapa mas bisa kena marah mama gara-gara nggak bisa jagain kamu!” Mendengar jawaban Arsen. Nadine merasa jengkel. Ia hanya ingin mendengar Arsen mengatakan jika ia khawatir bukan ia nggak mau di marahin mamanya. “Ud

