"Jagat bikin sekuriti kita cedera lengan." Seruni baru saja duduk bergabung dengan orang tuanya. Itu papi yang memberi info. "Terlalu nekat," gumam papi. "Kamu nggak diapa-apain sama dia, kan?" Dicium. Tapi tak mungkin Seruni katakan hal itu. So, dia menggeleng. "Cuma ngobrol, minta damai." Ya, meski papi mungkin sebetulnya tahu dari CCTV yang mengarah ke dinding kaca ruangan Seruni. Well, pantas saja Jagat lolos dari ketatnya penjagaan, dia benar-benar berlaku anarkis di Bumantara tanpa takut dengan risikonya. Seruni menghela napas. Bukannya apa, ini yang dikandung adalah anak-anak pria itu. Jangan sampai warisi genetik amit-amit Jagat, Ya Tuhan. Seruni mengusap-usap perut. Baru kali ini merasa anaknya lebih baik tidak mirip dengan si pemberi seperma. Padahal kebanyakan ibu hamil y

