Bab 34

1464 Words

Henry menyeringai . “Apa aku peduli dengan itu?” ucap Henry. Sheila ternganga, Henry benar-benar seorang psycho yang seperti dia kira. Tidak ada penyesalan sedikitpun dari Henry. “Apa kamu lupa sudah membunuh kedua orangtuaku?” tanya Sheila memastikan bahwa Henry tidak lupa dengan perbuatannya dulu. Henry yang diam tanpa ekspresi membuat Sheila kembali bertanya. “Apa kamu juga tak ingat bagaimana kamu yang mencoba membunuhku.” Air mata Sheila jatuh, dia tersenyum getir. Tangan Henry turun ke leher Sheila membuat Sheila meneguk ludahnya. “Seperti ini bukan.” Henry hanya menempatkan tangannya di leher Sheila tapi tidak mencekik gadis itu. Matanya memandangi Sheila dengan intens. “Benar bukan?” katanya. “Kamu mengingatnya ternyata.” Sheila menutup matanya kemudian mencoba mengangkat leh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD