Napas Sheila tercekat, sekuat tenaga dia mencoba mengambil napas kemudian mengeluarkannya dengan perlahan. Sekujur tubuhnya dingin dan dengan tangan yang bergetar Sheila mengambil gelas yang di atas nakas. Dia meminumnya dengan buru-buru hingga membuat air itu jatuh membasahi bagian dadanya. Mata Sheila menatap nanar, jendela yang tidak tertutup menampilkan salju yang turun dengan derasnya. Sekarang Sheila mengerti potongan mimpi demi mimpi yang selalu menghantuinya akhir-akhir ini, mimpi itu ternyata adalah ingatan yang sudah dia lupakan sejak terbangun dari koma. Akhirnya setelah sebelas tahun Sheila mengetahui penyebab kedua orangtuanya meninggalkannya. Air mata tidak bisa Sheila bendung, dia menangis dengan kenyataan bahwa kedua orangtuanya mati karena terbunuh bukan karena kecelakaa

