Bab 30

1559 Words

Tubuh Sheila terlonjak, matanya dengan waspada menatap ke sekelilingnya. Sepi dan tidak ada siapa-siapa di kamar ini, hanya ada dia seorang di sini. Untuk sesaat Sheila bisa bernapas lega. Di luar kamar langit sudah tampak gelap dan hanya ada penerangan dari lampu balkon.  Sheila memilih untuk bangun karena merasa bagian bawahnya full dengan darah. Bergegas Sheila pergi ke kamar mandi, dia hanya mengikuti instingnya karena ada satu pintu yang Sheila yakini langsung mengarah ke kamar mandi. Saat membuka pintu itu Sheila lagi-lagi dihadapi oleh lorong, ada dua pintu yang Sheila lihat dan saat membuka pintu pertama Sheila terdiam, dugaannya memang tidak sepenuhnya salah karena saat Sheila membukanya terdapat walk in closet di balik pintu itu, sontak saja Sheila menutupnya lagi, dia tidak d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD