Bab 22

1273 Words

Mata hitam itu memandang tajam ke arah Sheila yang tertidur dengan pulas di atas karpet bulu dan tubuh telanjang itu tertutupi selimut. Henry memijat kepalanya yang terasa berdenyut, kepalanya terasa pening sekarang setelah apa yang telah dilaluinya. Mereka baru saja menyelesaikan percintaan mereka dan Sheila langsung jatuh tertidur.  Helaan napas Henry tedengar berat, dia kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Sheila, dia melihat Sheila yang tidur dengan tenang. Tidak ingin berlama-lama lagi Henry membawa Sheila dalam gendongannya, dia harus memindahkan Sheila ke kamar, suka tidak suka Henry harus tetap melakukannya. Semua ruangan benar-benar gelap namun Henry tidak memperdulikan itu. Wajah Henry sama gelapnya dengan tempatnya saat ini, bahkan kesunyian membuat semuanya semakin menceka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD