Chapter 23 - Mimpi Manis

1010 Words

Asmitha Kumari dan Liang Mei Hwa memeriksa tenda He Hua, namun tidak menemukan gadis pemilik lesung pipit itu. "Atau jangan-jangan He Hua tenggelam di danau?" tebak Asmitha Kumari, ekpresi wajahnya khawatir dan panik. "Nah, iya mungkin saja," sahut Mei Hwa ikut-ikutan panik. Kedua gadis itu berlari menuju danau tempat mereka berenang tadi. Napas mereka terengah-rengah dan jantung berdetak dua kali lebih cepat. Sudah tidak ada murid-murid perempuan dan laki-laki yang berenang di danau. Mereka berdua tambah khawatir. "Aduh, bagaimana ini ke mana He Hua pergi?" Asmitha Kumari bergerak gelisah, mondar-mandir seperti setrika. "He Hua, kamu di mana?" jerit Asmitha Kumari. "He Hua, jika kau berada di dekat sini kasih tanda!" pekik Liang Mei Hwa. Seorang gadis berambut panjang menyem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD