Entah apa yang kini kurasakan saat keadaaan tak lagi seperti yang dulu.
Begitu cepat dunia mengembalikanmu kepada Sang Pencipta.
Kini semua tarasa berbeda ketika kau pergi tanpa pesan apapun, bahkan ketika lemah dan tak berdaya kau menutupi dengan bahasa tubuh menyemangatiku yang berpikir kau baik-baik saja.
Kau pergi dengan kesederhanaan dan tak menyusahkanku, namun sakit ini masih ada dan terus ada. Mungkin bahagiapun tak mampu ku berikan sepenuhnya untukmu saat kau masih di sampingku, "maafkan aku tak sempurna." Dad I miss u ?.
Terimakasih untuk cinta yang kau berikan dan tanamkan selama hidup.tak akan terlupakan. Sulit memang membendung air mata ini. tak percaya bahwa kenyataan merubah semua kebiasaan yang ada.
Masih banyak sebenarnya yang harus aku lalui denganmu dan jujur aku masih sangat membutuhkan nasehat dan merindukan banyak cerita tentang kau di masa muda dulu yang bisa ku jadikan inspirasi.
Terlepas daripada semua yang terjadi, kini ku sadari bahwa memang benar kau pergi dan membuat aku begitu sangat merindukanmu.
Enam puluh tahun tujuh bulan kau buktikan cintamu yang besar untukku.bahkan disaat terakhir kau masih memberiku sebuah jempol yang tak pernah terbayangkan itu menjadi jempol terakhir. "Dad I'm not okay".
Bicara tentang perpisahan, setiap kita tentu tidak pernah menginginkannya. Namun nyatanya perpisahan tetap akan ada. Hidup tidak terlepas dari kata mati diakhirnya. Sejatinya kita memang sementara.
Kau pun mampu membuatku rindu seberat ini. Ingin rasanya kau kembali dengan sebuah mujizat, tapi itu bukan hakku. "God Is Good All The Time".